Senin, 03 Juni 2013

Leave a Comment

Taman Labirin Pendem Ngawi Sudah Rusak


Taman Labirin kawasan Benteng Pendem atau Van Den Bosch di Kelurahan Pelem ditengarai pengerjaan dan perawatannya asal-asalan hingga banyak tanaman yang mati dan pemandangan terkesan gersang. Padahal, fasilitas yang pembangunannya menelan anggaran Rp 850 juta dari APBN simultan itu baru empat bulan selesai dikerjakan.

‘’Memang banyak tanamannya yang mati, tapi nanti akan diganti karena belum penyerahan, masih empat bulan,’’ terang Kabid Perumahan dan Permukiman Dinas PU BMCK dan Kebersihan M Sadli kepada Jawa Pos Radar Ngawi kemarin (28/5).

Dijelaskan Sadli, pembangunan Taman Labirin itu rampung dikerjakan Januari lalu, dan Juli mendatang dilakukan penyerahan tahap kedua. Namun, karena banyak tanaman yang mati, pihaknya meminta rekanan untuk menggantinya.

Sadli mengatakan, tanaman yang mati itu bukan karena kualitasnya buruk maupun faktor tanah. Melainkan karena tidak adanya drainase di lokasi tersebut. ‘’Airnya ngecembong dan itu tidak baik untuk tanaman sehingga mati karena terlalu banyak air,’’ ungkapnya.

Kegiatan pengembangan Benteng Pendem, kata dia, meliputi dua proyek. Yakni, penataan lahan atau urukan dilakukan oleh pemkab dengan menggelontorkan duit Rp 244, 8 juta yang bersumber dari DAU. Sedangkan proyek lainnya berupa pembangunan fasilitas taman bermain oleh Dinas PU Provinsi Jatim dengan menunjuk kontraktor. ‘’Sehingga kewenangan kami terbatas untuk melakukan pengawasan,’’ ujarnya.

Sadli menambahkan, rekanan berjanji bakal mengganti tanaman di Taman Labirin yang mati. ‘’Dalam waktu dekat ini akan diganti. Memang untuk tanaman harus ada yang merawat jika tidak terawat ya mati,’’ imbuhnya.

Tahun ini, kata dia, kembali ada gelontoran anggaran senilai Rp 850 juta untuk pembangunan taman di sebelah Taman Labrin. Namun, Taman Labirin II ini rencananya diserahkan ke pemkab kemudian dilelang untuk menentukan pihak yang membangunnya.

Yulianti, salah seorang pengunjung, menyayangkan wajah Taman Labirin yang gersang. Meski, diakuinya taman tersebut dikonsep cukup bagus. ‘’Sepertinya nggak diurus tanamannya. Kalau diurus nggak seperti ini, apalagi ini masih baru,’’ ungkapnya. (pra/isd) Radar Madiun
Admin
Terimakasih sudah berkunjung semoga tulisan yang ada di website ini bisa bermanfaat, komentar anda sangat kami harapkan.

0 komentar:

Poskan Komentar